diari aja

pernah gak sih kamu merasa betul betul malah sampai emosi itu merambat ke tulangmu tapi kamu gak pernah bisa ungkapin apa yang lagi kamu rasain. itu yang lagi aku rasain sekarang. nggak tau apakah nggak perduli sama perasaan orang lain sekarang lagi jadi tren atau mode, tapi semua orang sekarang nampak dengann bangganya nggak peduli sama perasaann orang lain. kadanng aku mikir ada sebagian orang yang benar benar berusahan menahan emosi nya sampai giginya rata, ada juga orang yang dengan seenaknya melampiaskan semuanya ke orang di sekitarnya, kaya bos yang marahin anak buahnya. kadang aku merasa muak dnegan semua ini. kadang aku benar benar kesal untuk berinteraksi dengan orang orrang semacam itu, hingga aku hanya memutuskan untuk bertemu dengan orang orang seperti itu dikampus. selepas itu, aku berusaha sebiasa mungnkin untuk nggak berurusann sama orang orang itu. aku mengunci diri di dalam kamar ku dan enggan keluar.

suatu hari aku perrnah sama sekali nggak keluar kamar. disini aku menemukann kedamaian dengan melkukan aktifitas yang aku sukai tanpa diusik sama mulut mulut jahil yang benar benar menyeblakan itu, sampai akhirnya aku sadar; dulu aku gak kayak gini. jujur dulunya aku adalah orang yang supel dan rajin bergaul, sampe semua orang bingung kapan aku menyempatkan diri untuk bikin tugas saat aku aja lebih sering pulang malam karena urusan organisasi dan nongkrong. entah apa yang terjadi, entah bagaimana cara kerja dunia, tapi dia berhadilmengubah seorang ekstrovert menjadi introvert dalam sekejap. entah apa yang aku lakukan ini benar atau nggak, entah cara berpikirku terhadap dunia benar atau nggak, tapi, aku gak pernah nyangka dunia bisa se gila ini bahkan untuk mengubah sifat seseorang secepat dan sehebat ini.

Diari aja

tadi pagi kesiangan berangkat kuliah, kepala gue pusing banget. pas banngun dari tempat tidur, malah ambruk dan jatuh. kedengaranya dramatis banget, tapi jujur, itu yang terjadi. karena harus berangkat kekampus sendiri dan ngeri juga bakal ada kejadian apa dijalan, so gue mutusin coba tidur lagi ajah, karena emang semalam mimpi buruk dan gak bisa tidur nyenyak. kebetulan kuliah hari ini gak begitu padat juga. siang gue mulai buka mata, dan sadar ada tugas yang belum gue kerjain, karena buru buru dan bingung apakah dosen mata kuliah berikutnya sudah sampai dikelas atua belum, jadi gue mutusin buat nanya sama temen temen gue. tanya nya via line. gak ada yang jawab line gue satupun. disitu gue mulai panik, bertanya tanya dosenya apa lagi bikin kuis atau apa. then gue mulai terus ngelanjutin tugas sampe selesai dan siap siap ke kampus. seorang temen gue bales. namanya agama. agama bilang dia dan anak anak lagi pada makan, dan ga sempet bales. dan seharian gue bener bener ngerasa gak sehat dikampus. yaudah gue lemes banget dan tidur tidurann aja. heranya, temen gue gak ada satupun yang sadar kalo gue lagi sakit.

diaini, gue merasa sedih. Jujur aja, setiap manusia pasti punya yang namanya intuisi, kemampuan untuk peka sama lingkungan maupun orang orang disekitarnya. Semakin sering gue berteman, semakin banyak temen gue, semakin kuat juga intuisi sosial gue dalam menilai kepribadian orang. Dan disini gue sadar, temen temen gue udah pada berubah. Gue gabisa nyalahin siapapun, karena pada akhirnya, semua orang akan berubah, mereka yang dulunya temen temen sma gue, berubah jadi temen kuliah orang lain, mereka yang dulunya temen temen kuliah gue, suatu saaat akan berubah jadi pacar orang lain, atau suami orang lain atau ayah orang lain.

tapi sebelum itu semua terjadi, gue bener bener berharap mereka ga berubah ke gue. gue mungkin emang gak sempurna, tapi gue gapernah menuntut apapun dari mereka. gue cuman berharap, ketulusan mereka masih tetap sama.

Outer space – Bingung memilih jurusan? jangan sampai menjadi alien di hidup kamu senidiri

Pernah gak sih kalian ngerasain apa yang aku rasain sekarang?

Oke mungkin ini edisi sedikit curhat (gapapa lah ya sekali kali)

Liburan sudah hampir berakhir, ini golden week dimana seminggu ada libur dari hari kamis sampai minggu, yang artinya adalah very long holiday. Aku juga kayanya baru ii ngerasain libur panjang kayak gini. Tapi justru disini aku saddar. Smua hal berawal dari semalam ketika aku buka line dari temen yang ngingetin aku untuk ngerjain tugas kelompok ¬†(chat dia belom ku balas sampe sekarang, maaf ya teman ūüė¶ tapi lagi agak mumet sama tugas …) terus rencana nya, karena masih vlog an di youtube akhirnya aku mutusin, aduh sebentar deh habis video ini kelar aku lanjut nugas, dan ternyata keterusan sampe tengah pagi (soalnya sampe jam 3, jadi bukan tengah maam lagi).

Jujur disitu aku surprised banget, karena kaget aja gitu tau tau kok udah jam segini aja, sambil mikirin, kapan waktu bisa ngerjain tugas, karena aku juga ada ujian di hari senin dan laporan di hari rabu, kebetulan tugas ini dikumpul di hari selasa. terus begitu aku mikirin ini , tiba tiba aku terdiam, entah kenapa aku baru sadar kalau aku bahkan belum menikmati liburanku ini. Sambil mikirin jadwal untuk ngerjain hal ini dan itu, aku bener bener nahan nangis disana, bukanya aku ngeluh atau kurang bersyukur, cumann tiba tiba aja aku sadar, bahwa kesalahan yang aku buat ternyata udah sampai sejauh ini.

Penyesalan.

Honestly, sekarang aku kuliah di Faculty of science and technology sebuah universitas, jujur aja aku kurang berbakat di bidang eksak, sehingga kuliah pun aku lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengann berorganisasi baik di dalam maupun luar kampus sebagai pelarian, dan ya aku merasa lebih cocok melakukan hal hal semacam itu ketimbang bertemu dengan massa, molar, kecepatan, teori relativitas dan sebagainya.

Masalah dimulai ketika aku masuk ke salah satu sekolah kejuruan, aku membenci hal itu jujur, tapi aku waktu itu ga punya pilihan, berhubung kondisi keluarga ku saat itu sangat sangat sangat buruk, so, i decided to take the exam to that school. finally, i pass the exam, so aku, tanpa ragu masuk sekolah itu, setahun pertama kayak neraka yang jahanam nya kebangetan, aku bener bener ngerasa kayak langkahku berat banget, beberapa kali aku bolos, tanpa mikir konsekuensinya, tapi aku emang bener bener ga nyaman berada disana. Semua temanku baik, dan pintar, tapi justru itulah masalahnya, mereka terlihat begitu bersemangat dan handal di bidang ini, so, it made me feels like the dumbest, kadang aku merasa kayak ini bukan duniaku, ribuan kali aku mencoba menyesuaikan diri di bidang ini, tapi sebanyak itu juga aku jatuh, karena jujur memang aku membenci bidang yang kuselami. sehingga tiap detik yang kugunakan untuk berlari menyamai langkah mereka terasa seperti sedang berusaha menelan paku.

Hampir setiap hari aku menangis dalam doa, tapi satu yang membuat aku bertahan adalah, aku percaya ini adalah rencana Tuhan, Tuhan tau aku mampu, sehingga Tuhan menempatkan aku dalam situasi ini. Dan gak lupa ada Mama yang selalu support aku, dan gak pernah tidur sebelum aku bangun di tengah malam, sekadar untuk ibadah maupun untuk belajar, atau makan. Dan aku gak akan pernah lupain perjuangan Mama di masa depan, semoga tulisan ini akan aku baca ketika aku bertambah usia dan dengan begitu aku gak akan lupa betapa cintanya Mama sama aku.

Tahun tahun berikutnya menjadi lebih berat, tapi aku berhasil¬†survive sampai akhir. Entah bagaimana carannya aku bahkan bisa masuk peringkat atas dikelasku, dan lulus dengan nilai yang memuaskan, bahkan cukup tinggi untuk memperoleh beasiswa. Kemudian aku memutuskan untuk megambil tes kuliah, dan salah satunya aku hampir berkuliah di H university tapi aku mengikhlaskanya untuk kuliah di tempat lain yang¬†cheaper. tes kuliah yang cukup sulit membuat aku iseng memasukan jurusan ku sebelumnya untuk tes, dan siapa sangka ternyata aku lulus di jurusan tersebut. Perjuangan panjang ku dan Mama untuk mencari tempat kuliah ternyata ga sia sia, sehingga aku senang bukan main. Saat itu aku ga kebayang sama sekali apa yang akan aku hadapi, tapi yaudah, aku jalani aja, begitu kata Mama ku. “Jalani aja” mendadak jadi kata sakral yang mengubah hidupku, karena jujur saja, aku memang ga pernah pandai urusan hitung menghitung, tapi kalau masalah komunikasi, dan menghapal, aku percaya diri. tapiii,¬†sumpah bidangku kini kurasa tidak memerlukan kemampuan ku itu, Tuhan, bagaimana aku tidak frustasi, tapi yasudahlah.

Dua tahun aku jalani, tapi sekarang menjadi lebih berat entah mengapa, mungkin karena aku kurang ibadah dan sendirian di tanah rantau (buat kalian yang belum pernah merantau, jangan sepelekan ya, merantau dan keluar dari rumah untuk pertama kalinya, bukan hal yang mudah), sehingga ketika aku melihat esok, berat sekali aku harus menghadapi semuanya. Jujur saja aku benar benar menyesal, aku menitikan air mata dan merasakan penyesalan. Banyak orang yang bilang ” pilih jurusan kuliah sesuai dengan passion kamu” dan ya, aku merasa benar sekali kata kata itu, karena kalau tidak menggunakan hati, semua yang akan kamu lakukan terasa sangat berat, dan apapunn yang kamu lakukan, kamu tidak akan menjadi siapa siapa. bayangkan jika seorang penulis dipaksa menjadi dokter, bayangkan jika seorang penyanyi dipaksa menjadi arsitek, dan bayangkan seorang atlit dipaksa menjadi perawat.

Dari sini aku banyak belajar, bahwa¬† to follow your passion adalah sesuatu yang penting, jangan takut kalau¬†jurusan ini nanti kerjanya susah jurusan itu banyak yang nganggur, jurusan ini begini jurusan itu begitu. JANGAN!!¬†seriuosly, big NO!!. buat kamu kamu yang belum milih kuliah dan bingung: “aku mau kuliah jurusan apa? aku mau jadi apa?” berdoalah di malam hari, dekatkan diri pada Tuhan, dan dengarkan hatimu, karena disana Tuhan memberikan petunjuk-Nya. Seperti kata temanku ; terlalu berlogika membunuh kebahagiaan. hati hatilah dengan logika mu, Becareful on choosing your path¬†, juga hati hati memilih jurusan kuliah, karena dengan memilih jurusan kuliah, kamu sedang memilih jembatan, yang akan membawa kamu menuju suatu tujuan, entah itu adalah tujuan yang kamu ingin kan atau tidak, entah itu membawamu ke surga atau neraka, itu adalah sesuatu yang hanya kamu sendiri yang memilih dan hanya kamu sendiri yang memutuskan.

Sekedar saran aja, kalau kalian mau minta pendapat sama orang tua, boleh boleh aja, wajib malah, tapi ingat, masa depan itu kamu yang jalanin, masa depan itu milik kamu, walau jangan lupa kamu memiliki tanggung jawab atas diri kamu sendiri dan orang tua kamu,¬†so, be responsible on choosing your path, and becareful on your choice. jangan sampe kayak aku, endingnya kamu menyesal tapi kamu tau apa yang lebih buruk dari penyesalan? yaitu ketika kamu sadar waktu gak bisa diputar kembali dan kamu udah melewatkan momen terbaik untuk memilih bagaimana kamu akan menghabiskan sisa hidup kamu. Karena kuliah adalah fase dimana kamu sedang mempersiapkan diri akan jadi apa kamu di sisa hidupmu nanti (walaupun banyak orang yang akhirnya bekerja melenceng dari jurusan kuliahnya dulu) jangan sampe kamu merasa jadi kayak alien di dunia kamu sendiri, kamu meerasa gak nyambung dengan profesimu, dan yang terburuk kamu ingin mengakhiri penyesalanmu dengan cara yang salah. Hidup ini berat, seriously, life is tough, so , be wise ketika kamu memilih masa depan kamu, because it is your canvas, draw it as you like, but never regret the colour you’ve been painted there, because life has no eraser, the wisest things you can do is try to live in your hellish life¬†once you take the wrong path.

Salah satu situs bimbingan belajar, secara online pernah mengatakn hal ini tentang pssion. Bagaimana cara mengetahui apa passion kita? dan ia menjawab; ketika kamu sanggup melupakan, makan , minum dan waktu, ketika kamu melakukan sesuatu hal, maka itu adalah passion kamu.

Yep bener banget, kalo ada yang binugng apa passion kamu. Kalimat ini gak pernah aku luapin sampai detik ini.Jadi, lakukanlah apa yang kamu inginkan seperti kata bapak Ridwan Kamil, pekerjaan terbaik adalah hobi yang dibayar. So, go to your future with your passion. dunia kerja lebih kejam daripda ketika sekolah, kalo kamu ga punya passion yang membuat kamu mencintai pekerjaan kamu, maka kamu harus punya kekuatan super diatas Superman, Iron Man dan Batman untuk bertahan di kerasnya kehidupan. Trust me.

Intinya sih be responsible to your choice, be the best and jangan lupa, memilih lah dengan baik.

Semoga besok menjadi hari yang baik bagi kita¬†ūüė¶ dan tugas tugas serta ujian kitaserta kesehatan kita *Amin Yaa Rabb*

Oiya, satu lagi, tulisan ku ini sekadar curhat aja, kalau emang ada yang gak setuju, ya, mungkin kita melihat dari sisi yang berbeda, kan itu sebabnya bumi diciptakan bundar. hehehe. Dan gaada maksud untuk memperovokasi, cuma ingin memotivasi, buat yang lagi bingung dan gatau harus gimana, biar ga menyesal di kemudian hari kayak aku, cuman mau mengingatkan bertapa sedihnya dan pedihnya penyesalan itu.

Bayangkan jika dulu Bill Gates dipaksa menjadi menjadi dokter, atau jika Albert Einstein dipaksa menjadi penyanyi, atau jika Rihanna dipaksa menjadi ilmuwan, atau jika Mark Zuckerberg dipaksa menjadi politisi, dan Obama dipaksa menjadi tentara dan mereka meng iya kan hal itu begitu saja, mungkin sekarang aku tidak bisa menulis disini (ngetik sih sebenernya). Hargailah bakat dan pilihanmu sendiri, jangan sia siakan bakat dan keyakinan mu, mungkin saja hal yang kamu anggap sepele bisa mengubah dunia, karena selama ini kehidupan bekerja secara misterius, kamu tidak akan bisa menerka apa yang terjadi di suatu dimensi waktu yang disebut “masa depan”.

Everybody is a GENIUS. But if you judged a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid 

-Albert Einstein

Setengah laper setengah ngantuk. W

when you see the monster (Hello monster)

     sudah lama sebenarnya sempat dikasih satu folder berisi drama korea dari teman, judulnya I Remember You (Hello Monster), awalnya gak begitu tertarik karena emang bukan penggemarnya Seo In Guk, tapi akhirnya ya ditonton juga.

0bfadb904b352b667bcfb24f5ffe2dc3.jpg

     hari ini aku selesai menonton drama itu sampai ending, drama ini adalah sebuah drama yang bercerita tentang psikolog kriminal bernama Lee Hyeon yang sewaktu kecil dikira memiliki potensi menjadi psikopat oleh ayahnya yang juga seorang psikolog kriminal, konklusi ayahnya ini bukan muncul tiba tiba, namun, tak lain tak bukan adalah karena hasutan seorang pembunuh kejam bernama Lee joon young yang waktu itu masih berusia duapuluh tahun dan telah melakukan banyak sekali pembunuhan, termasuk pembantaian satu keluarga besar dirumah tempat ia tinggal dulu. ayah  hyeon, bertugas untuk melakukan sesi konsultasi dengan lee joon young yang kejiwaanya terlihat terganggu, ibu lee hyeon sudah meninggal, sehingga ayahnya harus membawa ia ikut bekerja, ketika itu ia melihat lee hyeon sedanng mengobrol dengan lee joon young, ayahnya pun mulai menaruh curiga dan semakin ketat mengawasi sang anak,. akhirnya ayahnya mencapai konklusi dimana lee hyeon diyakini memiliki potensi untuk menjadi seorang psikopat, takut dengan monster yang mungkin muncul dari sosok anak sulungnya, ia pun memutuskan untuk mengurung anaknya di ruang bawah tanah yang terkunci dari dunia luar

     semua yang dilakukan sang ayah justru mengundang Lee joon young menjadi pembunuh kembali. lee joon young akhirnya membunuh ayah lee hyeon, dirumahnya, dihadapan lee hyeon. lee Min, adik lee hyeon, sebenarnnya lah yang memiliki potensi sebagai psikopat, namun ayahnya salah sangka dan mengira itu adalah lee hyeon. ketika ia melarikan diri karena kdaangan lee joon young, ia masuk ke sebuah mobil yang ternyata adalah milik pembunuh itu. mengenali min dalam sekejap, lee joon young pun akhirnya memutuskan untuk membawa min bersama nya, karena ia tahu, min adalah anak yang sama sepertinya. seorang monster. pada akhirnya, lee hyeon pun besar dengan diangkat anak oleh seorang petugas polisi yang merupakan teman ayahnya, sedangkann lee min hidup bersama lee joon young.

¬† ¬† ¬†diakhir cerita lee hyeon, yang dulunya dicap sebagai “monster” justru berubah menjadi seorang psikolog kriminal, dan akhirnya Lee min diceritakan juga menjadi seorang pembunuh seperti Lee joon young, tak hanya itu, pola pikirnya pun sudah benar benar seperti lee joon young.

tumblr_nsxd15MmGO1rk9qqmo1_500.gif

tumblr_nsxd15MmGO1rk9qqmo2_500

tumblr_nsxd15MmGO1rk9qqmo5_500

source all picture : google.

entah kenapa justru bagian favorit ku di drama ini pas mereka ketemu, da apresiasi banget sama actingnya D.O exo disini, KEREN BANGET, ga nyangka member boyband actingnya bisa sebagus dia , dapet banget feel psikopatnya.

¬† ¬† ¬†yang bisa dipetik dari hal ini adalah bahwa seseorang akan menjadi apapun, jika kamu “labeli” dia, berhati hatilah dengan opini kamu dan bagaimana kamu memperlakukan orang lain, karena percayalah, hal itu bisa jadi sangat berbahaya, kamu tau apa bagian paling berbahayanya? yang paling berbahaya adalah, dengan munculnya opini dan perlakuan seseorang bisa saja memperayai hal itu. di drama ini, lee hyeon terus di cap sebagai monster oleh ayahnya, seperti apa yang terjadi pada lee joon young, semua orang menatapnya dengan jijik bahwa ia adalah seorang pembunuh. perasaan kejam itu akhirnya tersampaikan pada lee joon young muda dan seperti itulah dirinya, ia berubah menjadi monster seperti labelnya, dan jika ditanya, siapa yang menciptakan monster itu? itu adalah publik, itu adalah keluarga danorang orang disekitarnya. jujur saja tindakan ayah lee hyeon di drama ini juga salah.

¬† ¬† ¬†aku pernah mendengar seseorang berkata; ” jangan menilai orang lain salah atau benar, sebelum kamu melihat dari sudut pandang orang tersebut.” kata kata ini membuat aku termenung, aku berpikir dengan keras dan akhirnya aku mengerti. di kehidupan nyata seringkali kita dengan sseenaknya menyatakan bahwa si a jahat dan si b baik, begitupun sebaliknya, tanpa pernah berpikir dari sudut pandang mereka, manusia saat ini seringkali suka menghakimi, melihat dari satu sudut, seolah dunia hanya memiliki satu ruang. aku rasa kini aku mengerti kenapa bumi dibuat berbentuk bundar, agar manusia tahu, bahwa untuk memahami dunia ini, ia harus melihat dari banyak, sangat banyak sudut. berhenti menghakimi, hati hati melabeli, karena bahkan seorang hakim, tidak bisa memutuskan seseorang jahat atau tidak dalam pengadilan, ia hanya memutuskan seseorang bersalah karena menentang hukum yang berlaku di sebuah negara.

¬† ¬† ¬†drama ini menunjukan bahwa kamu harus berhati hati saat berhadapan dengan orang lain, berhati hati saat kamu memberi penilaianmu terhadap orang lain, itu bisa saja merubah hidup mereka, buat ayah lee hyeon, mungkin ga masalah sekadar mengurungnya di ruang bawah tanah, tapi bagi hyeon, itu adalah ketakutan terbesarnya. disini, anehnya aku malah merasa kasihan dengan tokoh lee yoon joung, psikopat ini benar benar berakhir menjadi mesin pembnuh, ia membunuh orang tua yang sudah menelantarkann anak mereka, orang tua yang kejam dan menyiksa anak anak mereka, dan ia akan merawat anak anak tak berdaya itu seperti anaknya sendiri. aku terharu karena bahkan ia memiliki sisi lembut itu. Namun, tragisnya adalah, niat baik itu disalahartikan oleh anak anak yang ia tolong, ia justru hampir dibunuh oleh anak anak yang ia tolong, dan min berkata : ” ini adalah apa yang kau dapatkan, jika seorang penjahat, mencoba berbuat baik.” artinya adalah, selama kita terus melabeli seseorang dengan cap jelek, maka perbuatan apapun yang dilakukanya akan selalu salah di mata kita. keinginan lee joon young sebenarnya sederhana saja, ia hanya tidak ingin ada lagi anak anak yang bernasib malang seperti dirinya, tidak inginada lee joon young lee joon young lain, ia bahkan meyakinkan hyeon, bahwa dirinya bisa memilih untuk hidup sebagai anak normal. di akhir cerita lee joon young pun menceritakan bahwa ia sebenarnya hanya ingin dimengerti oleh seseorang, masa kecilnya yang menyedihkan dan bahkan ia tidak dianggap sebagai manusia hingga ia dewasa, dikurung dalam sebuah ruangan kecil, ternyata mebangkitkan monster dalam dirinya, dan mengubah ia menjadi si pembunuh psikoat lee joon young. seandainya, ada ssatu orang yang mengerti dirinya, dan menolong dirinya, maka mungkin tidak akan ada banyak nyawa yang sirna karenanya.

     dalam diri setiap manusia ada dua sosok, ada iblis, dan ada malaikat, untuk muncul menjadi kepribadian, mereka harus saling menopang, saat seseorang memilih malaikat, maka malaikatpun akan naik ke pundak iblis, dan muncul sebagai kepribadian, namun ingatlah, opini kamu bahkan bisa membuat malaikat tergelincir, jatuh, dan mendorong iblis untuk naik dan menciptakan lee joon young berikutnya.

dunia hanya bisa diubah jika dimulai dari diri kita sendiri, maka mengerti lah orang lain, berhenti menghakimi, dan melabeli seseorang, maka dunia mu pasti akan berubah dengan sendirinya.

setengah laper setengah ngantuk. W

Review : Splash Splash Love ; Cinta terpisah ruang, waktu dan dimensi

Malam lagi. Pukul 12.47 malam. Happy silent day for Bali…¬†

      Kesedihan yang sama masih membekas sampai sekarang. Aku menghabiskn hari ini dengan berbelanja. mempersiapkan diri untuk silent day besok, belanja banyak sekali makanan instan terutama mie dan sarden, roti juga.

     kesedihan yang sama masih terasa ketika melihat set pakaian putih dan merah khas Cina yang kini lebih khas patah hati buatku. tapi jujur aku sudah mulai beralih dari sana, setidaknya tiga jam pertama setelah aku bangun tidur. Berbelanja memang luar biasa. Sore hari aku berkumpul lagi bersama dengan teman temanku, namun sedikit kegundahan yang sudah tergeser itu mulai menghantui ku kembali seperti asap. Sore itu kami menonton sebuah mini seri korea (feminin memang) berjudul splash splash love. splash splash love atau yang biasa disingkat SSL ini bercerita mengenai seorang gadis berusia sembilan belas tahun bernama Jang Dan Bi yang akan menghadapi ujian, yang akan menentukan tahap pendidikan nya berikutnya. ia tak pandai dalam matematika, sama sekali, dan ebih pandai di bidang lain yang berbau sosial, seperti sejarah, dan sebagainya. tinggal dengan ibunya yang merupakan single mom membuatnya jadi bulan bulanan kemarahan sang ibu, karena kebiasaan nya yang couch potato. Semua permasalahan dimulai ketika ia terlambat tiba di ujian nya, ia kehujanan sepanjang jalan menuju tempat ujianya, karena payung nya tertinggal di bus. lelah dengan rutinitas dan jenuh dengan segala tekanan, dan menilik keadaanya yang basah kuyup dan membuatnya malu, akhirnya ia memutuskan untuk tidak masuk ke gedung ujianya dan berjalan luntang lantung di sebuah taman , disana, ia melihat sebuah kubangan air yang akan membawanya menuju dimensi dan ruang yang berbeda; era joseon.

     sedangkan di joseon sendiri, mereka sedang mengalami kemarau panjang hingga tiga tahun, dan melangsungkan upacara untuk memohon kepada langit agar menurunkan hujan, dengan menyiapkan sebuah gentong superbesar yang ternyata memunculkan Danbi dari dalamnya, sehingga ahli nujum kerajaan memproklamirkan Danbi sebagai utusan langit yang akan memberi hujan. Raja Lee Do yang merupakan pengagum sains dan matematika, tidak percaya dengan takhayul semacam itu dan lebih percaya akan penjelasan sains dan tematis yang dikala itu dianggap konyol. Hampir membunuh Danbi, sang raja akhirnya percaya bahwa Danbi berasal dari masa depan, dan setuju untuk membiarkan ia hidup, untuk membagi ilmu pengetahuan modern miliknya, di kerajaan(saat itu bahkan Matematika sederhana tidak bisa diselesaikan). masalah demi masalah mereka lalui, dan dengan karakter supelnya, Danbi berhasil menjadi teman yang baik, sekaligus belahan jiwa bagi sang raja, meski sempat ditentang oleh sang permaisuri namun akhirnya mereka berteman, dan permaisuri merestui pengangkatan Danbi sebagai selir raja, karena ia merasa memiliki danbi sebagai teman merupakan hal yang menyenangkan.

     singkat cerita, setelah begitu banyak pertentangan akan kehadiranya, ia memutuskan untuk kembali ke era modern, terlebih karena ia tak lagi dapat menahan kerinduanya pada sang ibu. melihat kegundahan gadis yang dicintainya, serta kejadian kejadian lain yang semakin membuatnya tak ingin kehilangan satu satunya cinta sejatinya itu, dengan jantan ia mengikhlaskan gadis itu kembali ke jamanya sendiri. diantar dengan ciuman dan pelukan mesra terakhir dari sang raja, ia menginjakkan kakinya ke dalam air yang membawa dia kembali ke jamanya sendiri. Perjalanan singkat yang bagai mimpi itu membawa sesuatu yang tak pernah ia duga : harapan dan semangat. Ia berlari ke gedung ujianya, menerobos masuk dan mengikuti ujian sambil masih mengenang cinta sesaatnya.

     namun menurutku bagian paling menyakitkan nya ada disini, scene  dimana ia bekerja paruh waktu di sebuah minimarket sambil memandangi ramen yang pernah ia makan bersama sang ratu dan ia tampak mengenakan tusuk konde jeruk yang diberikan oleh raja ketika ia berada di era joseon. Sebuah bukti nyata, bahwa petualanganya di joseon bukanlah mimpi, sebuah bukti nyata bahwa ia memiliki cinta sejati yang dipisahkan oleh ruang, waktu, dan dimensi yang tak mungkin lagi dipersatukan, seolah semesta sedang bekerja sama untuk memisahkan mereka. soundtrack yang mengisi drama ini juga nge-kick, ada salh satu liriknya yang berkata : walau kita dipisahkan oleh ruang dan waktu, aku akan tetap mencintaimu. adegan terakhir, ditutup dengan kerinduan Danbi pada raja Lee Do, yang begitu nyata namun mustahil tuk dicapai. Hujan kembali mengguyur kota dan sekali lagi, Danbi melihat kubangan air, ia mencelupkan kakinya dan berharap hal itu dapat membawanya kembali bersama belahan jiwanya, namun sia sia, tak ada yang terjadi. masih bersedih karena hal itu, ia membiarkan dirinya diguyur hujan, namun tanpa disangka sangka seorang pria, dengan wajah yang mirip sekali dengan raja Lee Do, menghampirin dan memayunginya dengan payung kuning yang dulu tertinggal di bus ketika ia menuju gedung ujian. Terkejut, dengan tatapann tak percaya dan penuh harap ia menatap pria itu, pria itu berkata : kita, sudah pernah bertemu, jauh sebelum ini. Berkaca-kaca, Danbi terpaku di tempatnya berdiri, ternyata pria itu sudah memerhatikan Danbi sejak danbi berada di bus pada hari ujianya, dan memungut payung danbi yang tertinggal. Sebuah mobil, melewati mereka dan menciprati air ke arah mereka, sedang dengan sigap, pria itu meraih tubuh danbi, membaliknya dan melindunnginya dari terpaan kubangan air hujan. mereka bertatapan lama sekali, kemudian saling tersenyum, penuh perasaan lega dan bahagia.

     bagian yang paling sedih menurutku disini adalah adegan dimana Danbi benar benar dibuat sadar dann yakin bahwa kepergianya ke joseon dan cinta raja LeeDo adalah nyatam, namun fakta bahwa ia pergi meninggalkan raja LeeDo selamanya, dan tak dapat kembali bertemu selamanya adalah benar, aku rasa jauh lebih sakit jika tau cinta tak tergapai itu mimpi ketimbang nyata, sehingga aku tidak akan menangis karena keputusan yang tak bisa kusesali. berikutnya adalah lkarena soundtracknya yang nge-kick banget. Lirik-liriknya yang nonjok,benar benar jadi nilai plus dari drama ini, apalagi ketika ia mengatakan : Tolong beri hatiku yang bergetar sebuah pelukan dengan segenap kekuatanmu. Bahkan jika waktu membawa kita ke tempat manapun, kita akan berjumpa lagi. mungkin ini yang namanya jodoh, dan kejadian aku ditinggal nikahlah yang dinamakan bukan jodoh. Rasanya menyakitkan, kalau memang jodoh, meski terpisah, akan bertemu lagi, entah dikehidupan keberapapun, selama cinta itu terjaga dann setia, ia bisa melakukanya, mungkin itu yang dimaksud lagu itu, tapi bayangkan, bagaimana jika mereka tidak bertemu lagi, sedangkann Danbi akan terpuruk dalam kenangan selamanya, kenangan yang melekat, nyata namun seperti khayalan, membuat gila. berpisah ketika cinta baru bersemi seperti mencabut tunah pohon, hanya akan membunuh masa depan. Mngkin saja pada akhirnya mereka bertemu, setelah sang raja mengalami kehidupan berikutnnya, sehingga Lee Do modern ( sebut saja pri aitu begitu) bisa bertemu Danbi, namun tetap saja mereka adalah dua orang yang berbeda. Bisakah mereka mencintai seperti ketika seorang Gosang dan Jeonha Lee Do Memadu kasih dibalik teka teki kemunculan hujan?.

setengah laper setengah ngantuk. W 

Metamorfosa

Malam ini, pukul 1.21 ketika aku mulai membuat tulisan ini (sebenarnya diketik bukan ditulis)

     aku baru saja pulang setelah berkumpul dengan teman teman, menyambar ponsel dan scroll up semua notifikais yang muncul di ponselku. Sebentar, aku kembali meletakkan ponselku, maklum, jomblo jadi kebanyakan notifikasi masuk berasal dari iklan. kemarin aku baru saja menerima kabar bahwa Orang yang aku sukai menikah, telah menikah. kami tidak terikat dalam suatu hubungan yang mengharuskan ia tidak menikahi orang lain memang, namun aku juga tidak berada dalam suatu kondisi dimana aku siap melihat dia menikah dengan orang lain, atau siapapun. Egois? memang. Aku tidak ingin berada dalam hubungan apapun dengannya namun aku tidak ingin ia meninggalkanku, atau paling tidak aku tidak ingin berbagi perasaanya pada orang lain. Mungkin terdengar jahat, tapi begitulah aku; terlalu takut untuk membiarkan seseorang masuk dalam lingkaran kehidupanku, yang mengharuskann aku menjadi manenkin yang bisa dikostumisasi sesuai keinginan nya. Terdengar menyebalkan, tapi maaf aku tidak peduli, yang aku pedulikan adalah rasa sakit yang lebih mendalam ketika aku memulai suatu hubungan yang sudah jelas memiliki akhir. itu sebabnya, aku tidak ingin memulai hubungan dengan lawan jenis.

     Tidak semua orang bisa memiliki akhir hubungan yang bahagia dengan pernikahan, danyang namanya kebahagiaan buatku tidak memiliki akhir. Namun keputusan untuk tidak memulai ternyata bisa membuat perasaanku sakit juga. hanya butuh waktu kurang dari semenit untuk mengubah itu semua, menunjukan pengalaman akan rasa yang baru muncul di dalam hidupku. patah hati tak seperti patah kaki yang langsung terasa, tapi ini, sakitnya perlahan menjalar; membuat tanganmu gemetar tak keruan, membuat setiap inchi kakimu kedinginan, membuat perutmu terkocok dan mual, menaikan asam lambung, menurunkan tekanan darah, mengaburkan pandangan, membasahi mata, hidung, namun mengeringkan kerongkonganmu, membawa separuh napasmu, hingga oksigen saja seolah tak cukup untuk membuatmu terjaga. Jika sakit berlanjut aku tak tahu harus menemui siapa, dokter? bagaimana kalau dokter makin membuatku sakit hati. Payah!

¬† ¬† ¬†Perlahan membuka informasi pernikahanya begitu menyiksaku, menekan sebuah “enter” bisa merubah hidupku beberapa hari belakangan ini. Sial. rasanya seperti dipukul jutaan palu nya Thor secara bersamaan dan disengat sutet pas di hati. hati ku rasanya seperti hilang untuk sesaat, karena yang terasa hanya sesak di dalam dada yang kosong.

¬† ¬† ¬†Sedih? Pasti. Frustasi? sangat. Tapi aku tidak bisa menangis. Tidak ketika lima orang masuk ke kamarku, membawa camilan, membawa film yang minta dikomentari, membawa keceriaan dan kebersamaan, tak mungkin aku menaruh kesedihanku diantara mereka, bukan karena aku takut mereka sedih,namun sebaliknya, aku takut mereka membenci cerita sedihku, dan yang terburuk adalah fase Lo-Sabar-Aja-Ya. Fase terburuk dalam metamorfosa kehidupan. Mendengar kalimat itu dari sahabatmu seperti mendengar suporter sepak bola, mereka hanya berteriak teriak ¬†mengenai teori tanpa tau bagaimana rasanya berada di ” lapangan”. Entah ini karunia atau petaka, namun mereka terus datang silih berganti dan membuatku terjaga sekadar untuk berbincang. Jujur aku senang tinggal di sisi mereka untuk berkumpul bersama tiap malam, tiada jemu untuk itu, namun ketika sepi hatiku terasa sakit, rasanya seperti mendadak tuli; kamu merasa sepi di tengah keramaian, seperti lirij lagu yang pernah kudengar ¬†i’m alone in a crowded street. Aku mungkin jahat karena aku merasa terganggu belakangan ini, bukan karena aku membenci mereka, namun, tak ada yang bisa menggambarkan bagaimana hatiku saat ini, terlalu rapuh ¬†untuk disentuh, terlalu pahit untuk dirasakan, terlalu menderita untuk diperlihatkan. Aku rasanya hanya ingin duduk di sebuah ruang dengan cahaya temaram yang samar samar memberiku penglihatan, menggumamkan- hingga meneriakan- umpatan umpatan, memuntahkan keluh kesah yang keterlaluan, keluh kesah yang tak pernah kulepas, yang selalu tertahan, hanya ingin memaki nya dengan segala sebutan bejat yang tak pernah kuberi. menangis sekeras kerasnya, bernapas sebrutal brutalnya hingga dinding dinding gading itu membisu tak berani bersua. Aku hanya ingin meringkuk di sudut ruangan itu, tanpa diketuk maupun dihibur oleh siapapun, tak ingin kegelapan, ¬†lampu temaram saja sudah cukup, karena aku takut gelap. Akan kutempeli di depan pintu dengan¬†post it¬† merah jambu, tanda ” jangan diganggu” yang ditulis tangan agar mereka tidak masuk, menghiburku, membuatku kembali tersenyum dan tertawa dengan topeng palsu yang selalu kupakai di hadapan mereka, teman teman, tolong janganhampiri aku saat ini, hiburlah diri kalian, biarkan aku menangis dan menjerit, agar aku bisa mengumpati pengantin baru itu dengan keji, biarkan aku melakukan itu, dan jangan hibur aku, biarkan mataku bengkak sampai menyipit, biarkan. Karena aku sedang tak ingin berpura pura bahagia, cukuplah aku diam di hadapan kalian, jangan paksa aku tertawa dengan lelucon yang sama, jangan paksa aku untuk berdiri di tempat yang sama, terpingkal ketika aku sedang terluka, kau tau? itu makin menyakitiku. jadi biarkan aku menangis, menjerit, terjatuh, sakit dan bersedih, karena ketika itu, aku sedang menjadi kepompong. bairkan aku merenung hingga habis asa ku. biarkan aku menangis hingga senyumku saja yang tersisa. karena aku tak sanggup lagi berpura pura. Akan ada waktu ketika aku akan membuka pintu itu lagi, mencabut¬†post it¬† merah jambu yang kutempel dan sudah tak lengket lagi, sebagai tanda; aku siap, aku lebih dewasa, aku lebih matang, aku lebih kuat, dan aku bahagia.

Setengah laper setengah ngantuk. W

nb: plus sedikit sedih dengan mata sipit karena bengkak.


 

night

sekarang jam 01.09 ketika aku mulai menulis.

hari ini baru aja sembuh habis sakit selama dua hari, alhamdulillah keadaan mulai membaik. beberapa hari kurang fit membuat aku memiliki banyak waktu luang untuk menulis dirumah. setelah lappy kesayangan ku dikembalikan dan aku mulai bisa surfing lagi aku menulis.

 

beberapa hari ini aku berhasil menyelesaikan beberapa cerpen. yang tentunya belum aku publikasikan disini. kenapa? karena takut. ya, takut.

 

aku yakin di luaran sana banyak sekai penulis yang juga berpikiran sama denganku. membuat karya bukanlah suatu perkara yang mudah, apalagi keinginan kami untuk menunjukan dan berbagi karya kami dengan orang lain sangatlah besar, sedangkan plagiarisme dan pengkopian kini sangat marak dikalangan masyarakat. bahasa mudahnya sih ya takut di plagiat sama oknum oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab, bukanya kita ke geer an karena merasa karya kita bagus, tapi sebagai penulis seburuk apapun karya kita di mata orang lain, buat kita itu kayak anak sendiri, kita yang membuat ia dari ide awal, memikirkan alur, plot, penokohan dengan susah payah, dan melahirkan ( baca : menyelesaikan) nya dengan susah payah.

 

buat para penulis yang udah lama berkjecimpung i dunia tulis menulis, pasti udah terbiasa memiliki satu atau dua karya yang mentok ide, terus agak setengah hati ngelanjutinya, sehingga ada sedikit bagian yang ketika ditulis, perasaanya kurang “tersampaikan” jadi orang menilai karya itu kurang bagus atau apalah, padahal menurutku tidak ada karya yang jelek, yang ada hanyalah karya yang sedikit digemari. bukan berarti gak ada yang suka lho, hanya saja, ada topik topik tertentu yang disukai oleh semua orang, misalnya romansa sma, cinta yang khayalan banget, dan lain sebagainya, dan yang sedikit itu mungkin seperti fantasi (walau kini menurutku sudah semakin banyak penggemar novel fantasi), thriller psikologi maupun horror, dan sebagainya. padahal karya karya itu juga bagus.

 

oke lanjut bsk lagi ya

 

setengah laper setengah ngantuk. W

 

untitled

     Sekarang jam tiga pagi, dan aku masih berkutat dengan tulisan ku yang baru, setelah kelar dengan pocky dan kehabisan ide di last wish sekarang aku memulai judul baru. Sebenarnya agak bingung sih mau ngasih judul apa, karena konsep ceritanya yang terlalu random dan pasaran

     Cerita ini berkutat tentang kehidupan seorang wanita lajang berusia duapuluh enam tahun bernama Camelia yang berprofesi sebagai pengacara. Hidup sebagai anak broken home karena perselingkuhan sang ayah, Camelia tumbuh menjadi pribadi yang sensitif dan pemarah. Kehidupan percintaanya tidak pernah berjalan lancar, bukan karena ia kurang cantik sebagai warga Indonesia keturunan Rusia, tapi karena skeptisme nya pada cinta.

     Dengan konsep cerita yang seperti ini aku ingin mengupas kehidupan wanita lajang di usia pertengahan duapuluh. Tak sedikit sekarang ini banyak sekali wanita yang lebih memilih untuk menikah di usia tigapuluhan. Melalui project ini aku juga ingin menunjukan bahwa kegagalan rumah tangga akan mengubah karakter sang anak, tidak sedikit terjadi anak  anak berubah menjadi emosional, nakal, bahkan melakukan  hal hal yang ada di luar nalar Рseperti mencuri dan menjadi penjahat.

      Sekadar catatan kecil yang mengingatkan. Perceraian mungkin mudah dilakukan tapi ingat ada konsekuensi disana. Dalam cerita ini aku menuliskan karakter camelia yang emosinya meledak ledak, karakternya pemarah dan kasar karena ayahnya yang sering memukuli ibunya. Karakternya menjadi skeptis dan jijik terhadap pria, karena pria pertama dalam hidupnya Рayahnya- menjadi iblis di matanya, perselingkuhan, dan bermain perempuan diluar sana, ia mengetahuinya di usia sepuluh tahun.

      Karakter Camelia disini juga kubuat untuk mengingatkan pembaca bahwa perceraian adalah sesuatu yang sulit diterima, walaupun mungkin sdalam sebagian kasus perceraian adalah jalan yang terbaik. Mengingatkan para orang tua untuk menggunakan perceraian sebagai jalan keluar terakhir. Mungkin bagi pasangan yang menikah perceraian sama seperti dua orang yang berpacaran lalu putus, tapi bagi seorang anak ada sosok yang hilang dan hal ini, bukanlah sesuatu yang bisa ia terima terutama di usia dini. Sekadar saran, jika memang perceraian adalah jalan keluar yang terbaik, dan tidak lagi dapat dihindari, maka, hendaknya orang tua menyadari bahwa anak adalah korban, tidak peduli setegar apapun seorang anak akan tetap mengalami dilema hebat dalam hidupnya, hendaknya orang tua dengan bijaksana, meluangkan waktu untuk anak anak mereka.

¬† ¬† ¬†Single mom, biasanya lebih banyak meninggalkan waktu bersama anaknya, karena mereka merasa perlu membiayai hidup barunya itu, namun ingatlah, waktu adalah uang, tapi uang, tidak bisa membeli waktumu bersama keluargamu, maka dari itu, hargailan waktu yang masih bisa dinikmati bersama anak anak dn keluarga, karena yang dibutuhkan oleh anak saat itu adalah perhatian keluarganya sehingga walaupun kedua orang tuanya bercerai ia tidak merasa ditinggalkan dan sendirian. perasaaan sendirian dan tidak dimengerti itulah yang akhirnya membuat anak anak terjebak dalam “dunia mereka sendiri” yang tak jarang justru menghancurkan mereka – seperti drugs dan free sex. Rasa cinta yang hanya dipendam dalam hati tidak akan berguna, tunjukanlah cintamu, dan nikmatilah waktu bersama mereka.

jangan lupa bersyukur dan mencintai orang orang di sekitarmu.

setengah laper setengah ngantuk. W

 

would we like to choose? or too greedy for having all of them

Sia sia dong kerja keras gue kemaren! Ga sedikit orang yang gagal seringkali bicara kaya gini, but i totaly disagree menurut gue gaada kerja keras yg sia sia, bukan cuman kerja keras kerja yg biasa aja juga gaada kok yang sia sia, kerja keras gaakan bohong, kalo ternyata setelah kerja keras lo masih gagal percaya deh kalo tuhan lagi narik tangan lo dan ngajak lo untuk melewati hutan yg disebut kegagalan, ga sedikit orang baru kerja keras dikit dan gagal udah langsung marah. I know its not easy. Tapi swperti yg td disebutin diatas, ketika kita gagal sama kerja keras kita tuhan lagi narik tangan kita, menuntun kita untuk berjalan melewati kegagalan, semua kembali ke individu masing masing, marah dengan kegagalan; ngamuk, marah ke orang disekitarnya dan nyalahin orang lain bahkan menjauh dari tuhan, atau ikhlas dan berserah sama tuhan, life is a choice pas bgt, tinggal pilih aja mana yg mau dilalui, kalo lo lepasin tangan Tuhan dgn menjauh dari Nya, maka selamanya lo akan terjebak di hutan kegagalan dan ga nemu jalan pulang, meanwhile kalo lo milih untuk ikhlas Tuhan sebenernya lagi nuntun kita ke tempat yg jauh lebih indah, gak semua kegagalan membawa lo menuju kesuksesan tapi kesuksesan pasti lebih dulu melewati kegagalan. Once again life is a choice Baca lebih lanjut